Selasa, 15 Januari 2013

janji terakhir

Pagi ini dia datang menemuiku, duduk di sampingku dan tersenyum menatapku. Aku benar-benar tak berdaya melihat tatapan itu, tatapan yang begitu hangat, penuh harap dan selalu membuatku bisa memaafkannya. Aku sadar, aku sangat mencintainya, aku tidak ingin kehilangan dia., meski dia sering menyakiti hatiku dan membuatku menangis. Tidak hanya itu, akupun kehilangan sahabatku, aku tidak peduli dengan perkataan orang lain tentang aku. Aku akan tetap memaafkan Elga, meskipun dia sering menghianati cintaku.

“Aku gak tau harus bilang apa lagi, buat kesekian kalinya kamu selingkuh! Kamu udah ngancurin kepercayaan aku!”

Aku tidak sanggup menatap matanya lagi, air mataku jatuh begitu deras menghujani wajahku. Aku tak berdaya, begitu lemas dan Dia memelukku erat.

“Maafin aku Nilam, maafin aku! Aku janji gak akan nyakitin kamu lagi. Aku janji Nilam. Aku sayang kamu! Please, kamu jangan nangis lagi!”

Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi selain memaafkannya, aku tidak ingin kehilangan Elga, aku sangat mencintainya.

Malam ini Elga menjemputku, kami akan kencan dan makan malam. Aku sengaja mengenakan gaun biru pemberian Elga dan berdandan secantik mungkin. Kutemui Elga di ruang tamu, Dia tersenyum, memandangiku dari atas hingga bawah.

“Nilam, kamu cantik banget malam ini.”

“Makasih. Kita jadi dinner kan?”

“Ya tentu, tapi Nilam, malam ini aku gak bawa mobil dan mobil kamu masih di bengkel, kamu gak keberatan kita naik Taksi?”

“Engga ko, ya udah kita panggil Taksi aja, ayo.”

Dengan penuh semangat aku menggandeng lengan Elga. Ini benar-benar menyenangkan, disepanjang perjalanan Elga menggenggam erat tanganku, aku bersandar dibahu Elga menikmati perjalanan kami dan melupakan semua kesalahan yang telah Elga perbuat padaku.

Kami berhenti disebuah Tenda di pinggir jalan. Aku sedikit ragu, apa Elga benar-benar mengajakku makan ditempat seperti ini. Aku tahu betul sifat Elga, dia tidak mungkin mau makan di warung kecil di pinggir jalan.

“Kenapa El? Mienya gak enak?”

“Enggak ko, mienya enak, Cuma panas aja. Kamu gak apa-apa kan makan ditempat kaya gini Nilam?”

“Enggak. Aku sering ko makan ditempat kaya gini. Mie ayamnya enak loch. Kamu kunyah pelan-pelan dan nikmati rasanya dalam-dalam.”

Aku yakin, Elga gak pernah makan ditempat kaya gini. Tapi sepertinya Elga mulai menikmati makanannya, dia bercerita panjang lebar tentang teman-temannya, keluarganya dan banyak hal.
Dua tahun bersama Elga bukan waktu yang singkat, dan tidak mudah untuk mempertahankan hubungan kami selama ini. Elga sering menghianati aku, bukan satu atau dua kali Elga berselingkuh, tapi dia tetap kembali padaku. Dan aku selalu memaafkannya, itu yang membuatku kehilangan sahabat-sahabatku. Mereka benar, aku wanita bodoh yang mau dipermainkan oleh Elga. Meskipun kini mereka menjauhiku, aku tetap menganggap mereka sahabatku.

Selesai makan Elga Nampak kebingungan, dia mencari-cari sesuatu dari saku celananya.

“Apa dompetku ketinggalan di Taksi?”

“Yakin di saku gak ada?”

“Gak ada. Gimana dong?”

“ya udah, pake uang aku aja. Setiap jalan selalu kamu yang traktir aku, sekarang giliran aku yang traktir kamu. Ok!”

“ok. Makasih ya sayang, maafin aku.”

Saat di kampus, aku bertemu dengan Alin dan Flora. Aku sangat merindukan kedua sahabatku itu, hampir empat bulan kami tidak bersama, hingga saat ini mereka tetap sahabat terbaikku. Saat berpapasan, Alin menarik tanganku.

“Nilam, kamu sakit? Ko pucet sich?”

Alin bicara padaku, ini seperti mimpi, Alin masih peduli padaku.

“Engga, Cuma capek aja ko Lin. Kalian apa kabar?”

“Jelas capek lah, punya pacar diselingkuhin terus! Lagian mau aja sich dimainin sama cowok playboy kaya Elga! Jangan-jangan Elga gak sayang sama kamu? Ups, keceplosan.”

“Stop Flo! Kasian Nilam! Kamu kenapa sich Flo bahas itu mulu? Nilam kan gak salah.”
“Udah dech Alin, kamu diem aja! Harusnya kamu ngaca Nilam! Kenapa kamu diselingkuhin terus!”

Flora bener, jangan-jangan Elga gak sayang sama aku, Elga gak cinta sama aku, itu yang buat Elga selalu menghianati aku. Selama ini aku gak pernah berfikir ke arah sana, mungkin karena aku terlalu mencintai Elga dan takut kehilangan Elga. Semalaman aku memikirkan hal itu, aku ragu terhadap perasaan Elga padaku. Jika benar Elga tidak mencintaiku, aku benar-benar tidak bisa memaafkannya lagi.

Meskipun tidak ada jadwal kuliah, aku tetap pergi ke kampus untuk mengerjakan tugas kelompok. Setelah larut malam dan kampus sudah hampir sepi aku pun pulang. Saat sampai ke tempat parkir, aku melihat Elga bersama seorang wanita. Aku tidak bisa melihat wajah wanita itu karena dia membelakangiku. Mungkin Elga menghianatiku lagi. Kali ini aku tidak bisa memaafkannya. Mereka masuk ke dalam mobil, aku bisa melihat wanitaitu, sangat jelas, dia sahabatku, Flora….

Sungguh, aku benar-benar tidak bisa memaafkan Elga. Akan ku pastikan, apa Elga akan jujur padaku atau dia akan membohongiku, ku ambil ponselku dan menghubungi Elga.

“Hallo, kamu bisa jemput aku sekarang El?”

“Maaf Nilam, aku gak bisa kalo sekarang. Aku lagi nganter kakak, kamu gak bawa mobil ya?”

“Emang kakak kamu mau kemana El?”

“Mau ke…, itu mau belanja. Sekarang kamu dimana?”

“El! Sejak kapan kamu mau nganter kakak kamu belanja? Sejak Flora jadi kakak kamu? Hah?!!”

“Nilam, kamu ngomong apa sayang? Kamu bilang sekarang lagi dimana?”

“Aku liat sendiri kamu pergi sama Flora El! Kamu gak usah bohongin aku! Kali ini aku gak bisa maafin kamu El! Kenapa kamu harus selingkuh sama Flora El? Aku benci kamu! Mulai sekarang aku gak mau liat kamu lagi! Kita Putus El!”

“Nilam, ini gak…….”

Kubuang ponselku, kulaju mobilku dengan kecepatan tertinggi, air mataku terus berjatuhan, hatiku sangat sakit, aku harus menerima kenyataan bahwa Elga tidak mencintaiku, dia berselingkuh dengan sahabatku.

Beberapa hari setelah kejadian itu aku tidak masuk kuliah, aku hanya bisa mengurung diri di kamar dan menangis. Beruntung Ibu dan Ayah mengerti perasaanku, mereka memberikan semangat padaku dan mendukung aku untuk melupakan Elga, meskipun aku tau itu tak mudah. Setiap hari Elga datang ke rumah dan meminta maaf, bahkan Elga sempat semalaman berada di depan gerbang rumahku, tapi aku tidak menemuinya. Aku berjanji tidak akan memafkan Elga, dan janjiku takan kuingkari, tidak seperti janji-janji Elga yang tidak akan menghianatiku yang selalu dia ingkari.

Hari ini kuputuskan untuk pergi kuliah, aku berharap tidak bertemu dengan Elga. Tapi seusai kuliah, tiba-tiba Elga ada dihadapanku.

“Maafin aku Nilam! Aku sama Flora gak ada hubungan apa-apa. Aku Cuma nanyain tentang kamu ke dia Nilam!

“Kita udah putus El! Jangan ganggu aku lagi! Sekarang kamu bebas! Kamu mau punya pacar Tujuh juga bukan urusan aku!”

“Tapi Nilam…..”

Aku berlari meninggalkan Elga, meskipun aku sangat mencintainya, aku harus bisa melupakannya. Elga terus mengejarku dan mengucapkan kata maaf. Tapi aku tak pedulikan dia, aku semakin cepat berlari dan menyebrangi jalan raya. Ketika sampai di seberang jalan, terdengar suara tabrakan, dan…………
 
“Elgaaaa…..”

Elga tertabrak mobil saat mengejarku, dia terpental sangat jauh. Mawar merah yang ia bawa berserakan bercampur dengan merahnya darah yang keluar dari kepala Elga.

“Elga, maafin aku!”

“Nilam. Ma-af ma-af a-ku jan-ji jan-ji ga sa-ki-tin ka-mu la-gi a-ku cin-ta ka-mu a-ku ma-u ni-kah sa-ma kam……”

“Elgaaaaaa……”

Elga meninggal saat itu juga, ini semua salahku, jika aku mau memaafkan Elga semua ini takan terjadi. Sekarang aku harus menerima kenyataan ini, kenyataan yang sangat pahit yang tidak aku inginkan, yang tidak mungkin bisa aku lupakan. Elga menghembuskan nafas terakhirnya dipelukanku, disaat terakhir dia berjanji takan menyakitiku lagi, disaat dia mengatakan mencintaiku dan ingin menikah denganku. Dia mengatakan semuanya disaat meregang nyawa ketika menahan sakit dari benturan keras, ketika darahnya mengalir begitu deras membasahi aspal jalanan.
Rasanya ingin sekali menemani Elga didalam tanah sana, menemaninya dalam kegelapan, kesunyian, kedinginan, aku tidak bisa berhenti menangis, menyesali perbuatanku, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.

Satu minggu setelah Elga meninggal, aku masih menangis, membayangkan semua kenangan indah bersama Elga yang tidak akan pernah terulang lagi. Senyuman Elga, tatapan Elga, takan pernah bisa kulupakan.

“Nilam sayang, ini ada titipan dari Ibunya Elga. Kamu jangan melamun terus dong! Kamu harus bangkit! Biar Elga tenang di alam sana. Ibu yakin kamu bisa!”

“Ini salah aku Bu. Aku butuh waktu.”

Kubuka bingkisan dari Ibu Elga, didalamnya ada kotak kecil berwarna merah, mawar merah yang telah layu dan amplop berwarna merah. Didalam kotak merah itu terdapat sepasang cincin. Aku pun menangis kembali dan membuka amplop itu.


Dear Nilam,
Nilam sayang, maafin aku, aku janji gak akan nyakitin kamu, aku sangat mencintai kamu, semua yang udah aku lakuin itu buat ngeyakinin kalo Cuma kamu yang terbaik buat aku, Cuma kamu yang aku cinta.
Aku harap, kamu mau nemenin aku sampai aku menutup mata, sampai aku menghembuskan nafas terakhirku. Dan cincin ini akan menjadi cincin pernikahan kita.
Aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin berpisah denganmu Nilam.
Love You
Elga

Air mataku mengalir semakin deras dari setiap sudutnya, kupakai cincin pemberian Elga, aku berlari menghampiri Ibu dan memeluknya.

“Bu, aku udah nikah sama Elga!”

“Nilam, kenapa sayang?”

“Ini!” Kutunjukan cincin pemberian Elga dijari manisku.

“Nilam, kamu butuh waktu nak. Kamu harus kuat!”

“Sekarang aku mau cerai sama Elga Bu!” kulepas cincin pemberian Elga dan memberikannya pada Ibu.

“Aku titip cincin pernikahanku dengan Elga Bu! Ibu harus menjaganya dengan baik!”
Ibu memeluku erat dan kami menangis bersama-sama.
*****

Orangtua: Masih Harus Bayar Pungutan RSBI atau Tidak?

JAKARTA, KOMPAS.com — Pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), masalah pungutan pada sekolah terus mendapat sorotan dan tak henti dipertanyakan oleh banyak pihak. Pemerintah dinilai tak tegas terkait masalah masih berlaku atau tidaknya pungutan di sekolah eks-RSBI pascaputusan MK.

Orangtua murid siswa kelas IX siswa SMP Negeri 1 Cikini, Mila, mengatakan bahwa banyak orangtua murid yang bingung apakah pungutan bulanan masih berlaku setelah adanya putusan MK. Kebingungan ini semakin menjadi saat pemerintah menyatakan adanya masa transisi terkait RSBI pascakeluarnya putusan MK.

"Banyak orangtua yang bingung. Jadi, uang bulanannya masih ada atau enggak. Pemerintah harusnya kasih kepastian," kata Mila di Gedung C Kemdikbud, Jakarta, Senin (14/1/2013).

"Kalau untuk saya di SMP 1 untungnya kepala sekolahnya sangat arif. Jadi, bagi yang masih mau memberikan donasi dipersilakan, tapi yang tidak juga tidak ada masalah," imbuh Mila.

Ia juga menambahkan bahwa tidak adanya kepastian dari pemerintah mengenai pungutan pada sekolah RSBI ini dikhawatirkan akan disalahgunakan oleh sekolah bekas RSBI. Untuk itu, pemerintah sebaiknya segera mengatur terkait aturan pungutan pada sekolah bekas RSBI.

"Sekolah tempat anak saya tidak ada masalah. Tapi sekolah lain bisa jadi ada yang tetap menarik pungutan, padahal dengan adanya putusan MK harusnya aturannya termasuk pungutan sudah tidak berlaku," jelas Mila.

"Kami hanya minta agar Kemdikbud tegas dengan pungutan ini agar orangtua juga tidak bingung dan sekolah tidak memanfaatkan kondisi ini," tandasnya.

Penulis : Riana Afifah

RSBI Bubar, Disdik Kediri Lebih Memilih Kembali ke SSN

KEDIRI, KOMPAS.com -- Pasca-dibubarkannya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) melalui pembatalan payung hukum yang menaunginya oleh Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu, berdampak pada polemik bentuk perubahan sekolah eks RSBI. Di Kota Kediri, Jawa Timur, Dinas Pendidikan setempat lebih memilih model Sekolah Standar Nasional (SSN) sebagai penggantinya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Gunawan Setyo Budi, mengatakan, RSBI merupakan bentuk program yang mempunyai nilai tambah tersendiri dari sekolah yang sudah berkategori SSN. Sehingga jika RSBI dihapuskan, perubahannya nanti yang paling tepat, menurutnya, adalah kembali ke kategori SSN.
"Kalau berubah menjadi SSN, sekolah malah lebih siap," kata Gunawan Setyobudi kepada para wartawan, Senin (14/1/2013).
Gunawan menambahkan, pasca-pembatalan RSBI itu, pihaknya hingga saat ini masih menunggu arahan teknis dari otoritas pendidikan di atasnya. Sambil menunggu arahan itu, ia menginstruksikan satuan penyelenggara RSBI agar tetap menggelar pembelajaran sebagaimana biasa tanpa terbebani dengan polemik yang ada. "Pembelajarannya harus tetap optimal," kata Gunawan.
Menurut Gunawan, terlepas dari sisi negatif yang menjadi akar permasalahan sehingga berujung pada pembubarannya, RSBI juga mempunyai sisi positif yang harus tetap dipertahankan. Sedangkan kalangan wali murid RSBI juga berharap keputusan MK tidak serta merta diberlakukan dengan penghapusan RSBI begitu saja. Mereka berharap para siswa masih diberikan kesempatan belajar hingga terselesaikannya jenjang pendidikan mereka.
"Saat ini program RSBI sudah dijalani siswa, kalau bisa ya selesai jenjang pendidikan mereka," kata Budi Sutrisno, salah satu wali murid.
Sebelumnya, dalam menyikapi pembubaran RSBI, Dewan Pendidikan Kota Kediri (DPKK) akan membentuk tim yang terdiri dari berbagai elemen guna melakukan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang berfungsi untuk mengukur tingkat klasifikasi sekolah. DPKK yang mendukung keputusan MK itu juga berjanji akan mengawal masa transisi hingga pasca-perubahan eks RSBI untuk menjamin adanya keadilan dalam mendapatkan pendidikan bagi masyarakat.
Mahkamah Konstitusi membatalkan Pasal 50 ayat (3) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional karena bertentangan dengan UUD 1945. Dengan pembatalan itu berimplikasi pada pembubaran RSBI karena pasal tersebut menjadi dasar penyelenggaraan RSBI.

Minggu, 13 Januari 2013

"MTV's 22 Greatest Voices in Music adalah hasil polling dari penyanyi-penyanyi terbesar dalam sejarah musik kontemporer, oleh MTV dan Blender Magazine. Vokalis berasal tdari berbagai genre musik termasuk Pop, R & B, Rock and Hip -Hop. Daftar itu disusun oleh kritikus industri musik, tapi penggemar juga diberikan kesempatan untuk memilih dalam jajak pendapat berskala nasional yang diselenggarakan pada MTV2.
Kriteria

Para countdown tidak didasarkan hanya pada artis lokal AS, klaim Tom Calderone, MTV2 Vice President dan MTV. "Kami mempertimbangkan bagaimana Merdunya suara para penyanyi bisa terhubung dengan pendengar. Yang akhirnya akan berimbas dan bermanfaat untuk orang hidup." Hanya penyanyi yang masih aktif berkarir dalam 25 tahun terakhir yang berhak masuk dalam nominasi.

Berikut adalah Penyanyi-penyanyi yang masuk dalam daftar 22 Suara Terindah dalam Industri Musik Dunia:

1. Mariah Carey
2. Freddie Mercury
3. Whitney Houston
4. Bono
5. Christina Aguilera
6. Alanis Morissette
7. Kurt Cobain
8. Björk
9. Celine Dion
10. Tupac Shakur
11. Michael Jackson
12. Chris Cornell
13. Eminem
14. David Bowie
15. Alicia Keys
16. Steven Tyler
17. Jewel
18. Thom Yorke
19. Mary J. Blige
20. Michael Stipe
21. Sade
22. Bruce Springsteen

Liam Neeson: Azan Adalah Suara Terindah di Dunia

Liam Neeson, aktor Hollywood yang dalam beberapa waktu terakhir berkunjung ke Turki dalam penggarapan film terbarunya menyatakan, "Suara azan telah terikat dengan ruh dan jiwa saya, andaikan saja saya seorang Muslim."

Fars News (25/1) melaporkan, Neeson dalam wawancaranya dengan Oprah Winfrey mengatakan, "Sejak saya kembali dari Istanbul, sampai sekarang saya terus berpikir untuk meninggalkan Katolik dan menjadi Muslim."

Dikatakannya, "Ketika saya di Turki, saya mendengarkan suara azan. Saya berangan seandainya saya seorang Muslim. Seruan untuk shalat itu diulang lima kali dalam sehari dan pada pekan pertama saya merasa suara ini membuat saya gila, akan tetapi tidak lama kemudian (suara azan) seperti telah terikat dengan jiwa dan ruh saya. Sesungguhnya suara itu adalah suara terindah di dunia, benar-benar indah, sedemikian berkesan pada diri saya sehingga saya saat itu juga terpikir untuk menjadi Muslim."

Aktor berusia 59 tahun itu menambahkan, "Saya adalah pengikut Katolik sejak lahir, namun sejak 15 tahun lalu, bahkan sebelum kematian menyedihkan istri saya dalam kecelakaan ski, muncul banyak keraguan pada keyakinan saya. Meski terus menelaah namun setiap hari saya bertanya pada diri sendiri tentang apa yang kita lakukan di bumi ini? Apa sebenarnya tujuan pencitaan? Saya selalu membaca buku tentang Tuhan atau tentang tidah adanya Tuhan... akan tetapi saya tidak menemukan jawaban. Sampai akhirnya saya berkunjung ke Turki dan saya mengenal dari dekat tentang agama Islam." (IRIB/Islam/MZ/SL)