"MTV's 22 Greatest Voices in Music adalah hasil polling dari
penyanyi-penyanyi terbesar dalam sejarah musik kontemporer, oleh MTV dan
Blender Magazine. Vokalis berasal tdari berbagai genre musik termasuk
Pop, R & B, Rock and Hip -Hop. Daftar itu disusun oleh kritikus
industri musik, tapi penggemar juga diberikan kesempatan untuk memilih
dalam jajak pendapat berskala nasional yang diselenggarakan pada MTV2.
Kriteria
Para countdown tidak didasarkan hanya pada artis lokal AS, klaim Tom
Calderone, MTV2 Vice President dan MTV. "Kami mempertimbangkan bagaimana
Merdunya suara para penyanyi bisa terhubung dengan pendengar. Yang
akhirnya akan berimbas dan bermanfaat untuk orang hidup." Hanya penyanyi
yang masih aktif berkarir dalam 25 tahun terakhir yang berhak masuk
dalam nominasi.
Berikut adalah Penyanyi-penyanyi yang masuk dalam daftar 22 Suara Terindah dalam Industri Musik Dunia:
1. Mariah Carey
2. Freddie Mercury
3. Whitney Houston
4. Bono
5. Christina Aguilera
6. Alanis Morissette
7. Kurt Cobain
8. Björk
9. Celine Dion
10. Tupac Shakur
11. Michael Jackson
12. Chris Cornell
13. Eminem
14. David Bowie
15. Alicia Keys
16. Steven Tyler
17. Jewel
18. Thom Yorke
19. Mary J. Blige
20. Michael Stipe
21. Sade
22. Bruce Springsteen
simple BYE can make us cry, simple JOKE can make us laugh, and, simple CARE can make us fall in love.. just simple, right?
Minggu, 13 Januari 2013
Liam Neeson: Azan Adalah Suara Terindah di Dunia
Liam Neeson, aktor Hollywood yang dalam beberapa waktu terakhir
berkunjung ke Turki dalam penggarapan film terbarunya menyatakan, "Suara
azan telah terikat dengan ruh dan jiwa saya, andaikan saja saya seorang
Muslim."
Fars News (25/1) melaporkan, Neeson dalam wawancaranya dengan Oprah Winfrey mengatakan, "Sejak saya kembali dari Istanbul, sampai sekarang saya terus berpikir untuk meninggalkan Katolik dan menjadi Muslim."
Dikatakannya, "Ketika saya di Turki, saya mendengarkan suara azan. Saya berangan seandainya saya seorang Muslim. Seruan untuk shalat itu diulang lima kali dalam sehari dan pada pekan pertama saya merasa suara ini membuat saya gila, akan tetapi tidak lama kemudian (suara azan) seperti telah terikat dengan jiwa dan ruh saya. Sesungguhnya suara itu adalah suara terindah di dunia, benar-benar indah, sedemikian berkesan pada diri saya sehingga saya saat itu juga terpikir untuk menjadi Muslim."
Aktor berusia 59 tahun itu menambahkan, "Saya adalah pengikut Katolik sejak lahir, namun sejak 15 tahun lalu, bahkan sebelum kematian menyedihkan istri saya dalam kecelakaan ski, muncul banyak keraguan pada keyakinan saya. Meski terus menelaah namun setiap hari saya bertanya pada diri sendiri tentang apa yang kita lakukan di bumi ini? Apa sebenarnya tujuan pencitaan? Saya selalu membaca buku tentang Tuhan atau tentang tidah adanya Tuhan... akan tetapi saya tidak menemukan jawaban. Sampai akhirnya saya berkunjung ke Turki dan saya mengenal dari dekat tentang agama Islam." (IRIB/Islam/MZ/SL)
Fars News (25/1) melaporkan, Neeson dalam wawancaranya dengan Oprah Winfrey mengatakan, "Sejak saya kembali dari Istanbul, sampai sekarang saya terus berpikir untuk meninggalkan Katolik dan menjadi Muslim."
Dikatakannya, "Ketika saya di Turki, saya mendengarkan suara azan. Saya berangan seandainya saya seorang Muslim. Seruan untuk shalat itu diulang lima kali dalam sehari dan pada pekan pertama saya merasa suara ini membuat saya gila, akan tetapi tidak lama kemudian (suara azan) seperti telah terikat dengan jiwa dan ruh saya. Sesungguhnya suara itu adalah suara terindah di dunia, benar-benar indah, sedemikian berkesan pada diri saya sehingga saya saat itu juga terpikir untuk menjadi Muslim."
Aktor berusia 59 tahun itu menambahkan, "Saya adalah pengikut Katolik sejak lahir, namun sejak 15 tahun lalu, bahkan sebelum kematian menyedihkan istri saya dalam kecelakaan ski, muncul banyak keraguan pada keyakinan saya. Meski terus menelaah namun setiap hari saya bertanya pada diri sendiri tentang apa yang kita lakukan di bumi ini? Apa sebenarnya tujuan pencitaan? Saya selalu membaca buku tentang Tuhan atau tentang tidah adanya Tuhan... akan tetapi saya tidak menemukan jawaban. Sampai akhirnya saya berkunjung ke Turki dan saya mengenal dari dekat tentang agama Islam." (IRIB/Islam/MZ/SL)
Rabu, 26 Desember 2012
Biarkan Aku menjadi Suaramu
Biarkan Aku
menjadi Suaramu
Sejak awal, keluarga dari si wanita menolak dengan keras terhadap
hubungannya dengan sang pria. Dikatakan bahwa pernikahan harus sesuai dengan
latar belakang keluarga & si wanita akan menderita seumur hidup bila
bersamanya.
Karena tekanan keluarga itulah, pasangan ini sering bertengkar. Meskipun si wanita mencintai si pria, ia terus bertanya pada si pria: "Seberapa dalam cintamu padaku?"
Karena si pria tidak pandai dengan kata-kata, sehingga sering menyebakan wanita merasa sedih. Dengan itu & tekanan keluarga, si wanita sering menumpahkan amarah terhadapnya. Sedangkan si pria, hanya menerimanya dengan diam.
Setelah beberapa tahun...
sang pria akhirnya lulus dan memutuskan untuk melanjutkan studi nya di luar negeri. Sebelum pergi, ia melamar si wanita: "Aku tidak terlalu baik dalam kata-kata. Tetapi yang aku tahu bahwa aku mencitaimu. Jika kamu mengijinkannya, aku akan menjagamu seumur hidupku. Sedangkan untuk keluargamu, aku akan mencoba yang terbaik untuk bicara pada mereka. Maukah kau menikah denganku?"
Si wanita setuju & dengan keteguhan hati sang pria, keluarga wanita akhirnya menyerah dan setuju terhadap pernikahan mereka. Sebelum pergi, mereka akhirnya bertunangan.
Sang wanita pergi bekerja, sedangkan sang pria berada di luar negeri, melanjutkan studi nya. Mereka berkomunikasi lewat email & telepon. Meskipun berat, tetapi mereka tidak pernah berpikir untuk menyerah.
Suatu hari...
saat sang wanita dalam perjalanan ke tempat kerja, ia ditabrak oleh sebuah mobil yang kehilangan kendali. Saat ia bangun, ia melihat orang tuanya berada di dekat tempat tidurnya. Ia menyadari bahwa ia cedera serius. Melihat ibunya menangis, ia mau menghiburnya. Tetapi ia menyadari bahwa yang keluar dari mulutnya hanyalah rintihan. Ia kehilangan suaranya...
Dokter berkata bahwa benturan di kepalanya menyebabkan ia kehilangan suaranya. Mendengarkan hiburan dari orangtuanya, tetapi tidak ada yang bisa keluar dari mulutnya, ia merasa hancur.
Saat tinggal di rumah sakit, hanya tangisan sunyi yang menemani dia. Saat sampai di rumah, segalanya tampak sama. Kecuali suara dering telepon. Yang menusuk hatinya setiap berbunyi. Ia tidak ingin sang pria tahu dan tidak ingin memberi beban padanya, ia menulis surat pada si pria bahwa ia tidak ingin menunggu lebih lama lagi.
Dengan itu, ia mengirim kembali cincin kepada si pria. Sebagai gantinya, si pria mengirimkan balasan, dan menelepon berkali-kali.. namun yang bisa dilakukan si wanita hanyalah menangis..
Orangtuanya memutuskan untuk pindah, berharap si wanita melupakan segalanya dan menjadi gembira.
Akhir cerita...
Di lingkungan yang baru, sang wanita belajar bahasa isyarat dan memulai hidup yang baru. Ia mengatakan pada dirinya sendiri, bahwa ia harus melupakan si pria. Suatu hari, temannya datang & mengatakan bahwa si pria kembali. Ia meminta temannya untuk tidak memberi tahu si pria apa yang terjadi. Sejak itu, tidak ada lagi berita dari si pria.
Satu tahun telah berlalu dan temannya datang dengan sebuah surat, berisi sebuah undangan dari pernikahan si pria. Si wanita merasa kecewa. Ketika ia membuka surat itu, ia melihat namanya di sana.
Saat ia akan bertanya pada temannya apa sebenarnya yang sedang terjadi, ia melihat si pria berdiri di depannya. Si pria menggunakan bahasa isyarat yang mengatakan "Aku sudah menghabiskan waktu selama setahun untuk belajar bahasa isyarat. Katakan saja padaku bahwa kamu tidak melupakan janjimu. Berikan aku kesempatan untuk menjadi suaramu. Aku mencintaimu."Dengan itu, sang pria menyisipkan cincin itu dijarinya. Ia pun tersenyum.
Karena tekanan keluarga itulah, pasangan ini sering bertengkar. Meskipun si wanita mencintai si pria, ia terus bertanya pada si pria: "Seberapa dalam cintamu padaku?"
Karena si pria tidak pandai dengan kata-kata, sehingga sering menyebakan wanita merasa sedih. Dengan itu & tekanan keluarga, si wanita sering menumpahkan amarah terhadapnya. Sedangkan si pria, hanya menerimanya dengan diam.
Setelah beberapa tahun...
sang pria akhirnya lulus dan memutuskan untuk melanjutkan studi nya di luar negeri. Sebelum pergi, ia melamar si wanita: "Aku tidak terlalu baik dalam kata-kata. Tetapi yang aku tahu bahwa aku mencitaimu. Jika kamu mengijinkannya, aku akan menjagamu seumur hidupku. Sedangkan untuk keluargamu, aku akan mencoba yang terbaik untuk bicara pada mereka. Maukah kau menikah denganku?"
Si wanita setuju & dengan keteguhan hati sang pria, keluarga wanita akhirnya menyerah dan setuju terhadap pernikahan mereka. Sebelum pergi, mereka akhirnya bertunangan.
Sang wanita pergi bekerja, sedangkan sang pria berada di luar negeri, melanjutkan studi nya. Mereka berkomunikasi lewat email & telepon. Meskipun berat, tetapi mereka tidak pernah berpikir untuk menyerah.
Suatu hari...
saat sang wanita dalam perjalanan ke tempat kerja, ia ditabrak oleh sebuah mobil yang kehilangan kendali. Saat ia bangun, ia melihat orang tuanya berada di dekat tempat tidurnya. Ia menyadari bahwa ia cedera serius. Melihat ibunya menangis, ia mau menghiburnya. Tetapi ia menyadari bahwa yang keluar dari mulutnya hanyalah rintihan. Ia kehilangan suaranya...
Dokter berkata bahwa benturan di kepalanya menyebabkan ia kehilangan suaranya. Mendengarkan hiburan dari orangtuanya, tetapi tidak ada yang bisa keluar dari mulutnya, ia merasa hancur.
Saat tinggal di rumah sakit, hanya tangisan sunyi yang menemani dia. Saat sampai di rumah, segalanya tampak sama. Kecuali suara dering telepon. Yang menusuk hatinya setiap berbunyi. Ia tidak ingin sang pria tahu dan tidak ingin memberi beban padanya, ia menulis surat pada si pria bahwa ia tidak ingin menunggu lebih lama lagi.
Dengan itu, ia mengirim kembali cincin kepada si pria. Sebagai gantinya, si pria mengirimkan balasan, dan menelepon berkali-kali.. namun yang bisa dilakukan si wanita hanyalah menangis..
Orangtuanya memutuskan untuk pindah, berharap si wanita melupakan segalanya dan menjadi gembira.
Akhir cerita...
Di lingkungan yang baru, sang wanita belajar bahasa isyarat dan memulai hidup yang baru. Ia mengatakan pada dirinya sendiri, bahwa ia harus melupakan si pria. Suatu hari, temannya datang & mengatakan bahwa si pria kembali. Ia meminta temannya untuk tidak memberi tahu si pria apa yang terjadi. Sejak itu, tidak ada lagi berita dari si pria.
Satu tahun telah berlalu dan temannya datang dengan sebuah surat, berisi sebuah undangan dari pernikahan si pria. Si wanita merasa kecewa. Ketika ia membuka surat itu, ia melihat namanya di sana.
Saat ia akan bertanya pada temannya apa sebenarnya yang sedang terjadi, ia melihat si pria berdiri di depannya. Si pria menggunakan bahasa isyarat yang mengatakan "Aku sudah menghabiskan waktu selama setahun untuk belajar bahasa isyarat. Katakan saja padaku bahwa kamu tidak melupakan janjimu. Berikan aku kesempatan untuk menjadi suaramu. Aku mencintaimu."Dengan itu, sang pria menyisipkan cincin itu dijarinya. Ia pun tersenyum.
Sumber: http://goresanhati-ku.blogspot.com/2012/12/kumpulankisah-cinta-mengharukan.html#ixzz2GAihYw8W
Senin, 24 Desember 2012
Alasan Mistis Soekarno Plih 17 Agustus 1945
Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan waktu yang sakral bagi bangsa Indonesia. Pada waktu tersebut, Presiden pertama RI, Soekarno dengan wakilnya Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia yang sekaligus menjadi tonggak baru perjalanan bangsa yang terdiri dari bermacam suku ini.
Berbekal secarik kertas yang berisi tulisan tangan naskah proklamasi, Bung Karno dengan didampingi Moch Hatta, mengumandangkan proklamasi tanda lepasnya bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa asing.
Namun, pemilihan tanggal 17 Agustus sebagai waktu dibacakannya proklamasi bukanlah tanpa alasan. Dalam buku Samudera Merah Putih 19 September 1945, Jilid 1 (1984) karya Lasmidjah Hardi, diceritakan alasan Presiden Soekarno memilih tanggal 17 Agustus sebagai waktu proklamasi kemerdekaan salah satunya adalah karena Bung Karno mempercayai mistik.
Alasan itu disampaikan Bung Karno saat berdiskusi dengan para pemuda, salah satunya adalah Sukarni, pada 16 Agustus 1945. Saat itu Bung Karno dan Bung Hatta 'diculik' oleh kaum pemuda ke sebuah tempat di Rengasdengklok, Karawang.
'Penculikan' itu dilakukan untuk menekan kedua proklamator itu agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa ada embel - embel Jepang.
"Yang paling penting di dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat. Di Saigon, saya sudah merencanakan seluruh pekerjaan ini untuk dijalankan tanggal 17," kata Bung Karno.
Mendengar pernyataan Bung Karno, Sukarni lantas bertanya. "Mengapa justru diambil tanggal 17, mengapa tidak sekarang saja, atau tanggal 16?" tanya Sukarni.
Bung Karno lantas menjelaskan alasannya memilih tanggal 17 sebagai waktu memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Kemudian pada sore harinya, Bung Karno dan Bung Hatta dijemput kembali menuju Jakarta, setelah tercapainya kesepakatan antara golongan muda dan tua. Saat itu, salah seorang perwakilan golongan tua, Ahmad Soebardjo memberikan jaminan kepada, proklamasi kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan pada 17 Agustus 1945, selambat - lambatnya pukul 12.00 WIB.
Bung Karno dan Bung Hatta akhirnya kembali ke Jakarta. Singkat cerita, setelah melewati sejumlah proses dan peristiwa, kumandang proklamasi akhirnya diproklamirkan Bung Karno di rumahnya, Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta, pada pukul 10.00 WIB.

Berbekal secarik kertas yang berisi tulisan tangan naskah proklamasi, Bung Karno dengan didampingi Moch Hatta, mengumandangkan proklamasi tanda lepasnya bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa asing.
Namun, pemilihan tanggal 17 Agustus sebagai waktu dibacakannya proklamasi bukanlah tanpa alasan. Dalam buku Samudera Merah Putih 19 September 1945, Jilid 1 (1984) karya Lasmidjah Hardi, diceritakan alasan Presiden Soekarno memilih tanggal 17 Agustus sebagai waktu proklamasi kemerdekaan salah satunya adalah karena Bung Karno mempercayai mistik.
Alasan itu disampaikan Bung Karno saat berdiskusi dengan para pemuda, salah satunya adalah Sukarni, pada 16 Agustus 1945. Saat itu Bung Karno dan Bung Hatta 'diculik' oleh kaum pemuda ke sebuah tempat di Rengasdengklok, Karawang.
'Penculikan' itu dilakukan untuk menekan kedua proklamator itu agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa ada embel - embel Jepang.
"Yang paling penting di dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat. Di Saigon, saya sudah merencanakan seluruh pekerjaan ini untuk dijalankan tanggal 17," kata Bung Karno.
Mendengar pernyataan Bung Karno, Sukarni lantas bertanya. "Mengapa justru diambil tanggal 17, mengapa tidak sekarang saja, atau tanggal 16?" tanya Sukarni.
Bung Karno lantas menjelaskan alasannya memilih tanggal 17 sebagai waktu memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
"Saya seorang yang percaya pada mistik. Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal, mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku, bahwa itu adalah saat yang baik."
"Angka 17 adalah angka suci. Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Ramadan, waktu kita semua berpuasa, ini berarti saat yang paling suci bagi kita. Tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat itu Jumat legi, Jumat yang berbahagia, Jumat suci."
"Alquran diturunkan tanggal 17, orang Islam sembahyang 17 rakaat, oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia," kata Soekarno seperti ditulis Lasmidjah Hardi.
Kemudian pada sore harinya, Bung Karno dan Bung Hatta dijemput kembali menuju Jakarta, setelah tercapainya kesepakatan antara golongan muda dan tua. Saat itu, salah seorang perwakilan golongan tua, Ahmad Soebardjo memberikan jaminan kepada, proklamasi kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan pada 17 Agustus 1945, selambat - lambatnya pukul 12.00 WIB.
Bung Karno dan Bung Hatta akhirnya kembali ke Jakarta. Singkat cerita, setelah melewati sejumlah proses dan peristiwa, kumandang proklamasi akhirnya diproklamirkan Bung Karno di rumahnya, Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta, pada pukul 10.00 WIB.
Rabu, 12 Desember 2012
ideal real
Cinta tulusku sudah habis
Terkubur untuk masa lalu
Seiring jalannya waktu
Dan, terkadang idealis membuat hati
Lebih damai dan bahagia
Meskipun realistis adalah hal yang terbaik..
Terkubur untuk masa lalu
Seiring jalannya waktu
Dan, terkadang idealis membuat hati
Lebih damai dan bahagia
Meskipun realistis adalah hal yang terbaik..
Langganan:
Komentar (Atom)